Inovasi Sosial dan Regenerative Agriculture dalam Pemberdayaan Petani Lahan Kering di Hulu Sub DAS Pusur
DOI:
https://doi.org/10.63199/aksiologi.v2i2.59Keywords:
Regenerative Agriculture; Sub DAS Pusur, Inovasi Sosial; Petani Lahan KeringAbstract
Kawasan hulu Sub DAS Pusur menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial-ekonomi, seperti rendahnya penerapan prinsip konservasi lahan, keterbatasan akses masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta tingginya risiko bencana erupsi Merapi. Kondisi tersebut berdampak pada keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani lahan kering. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk inovasi sosial dalam pemberdayaan petani lahan kering melalui penerapan regenerative agriculture di kawasan hulu Sub DAS Pusur. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, komunitas lokal, dan pengelola TNGM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), wawancara mendalam, pemetaan sosial-spasial, kalender musim, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan regenerative agriculture mendorong perubahan perilaku petani dalam pengelolaan lahan, terutama melalui penerapan pola tanam berbasis konservasi, penggunaan pupuk organik, serta pengembangan komoditas alternatif seperti kopi, anggrek, bunga krisan, dan teh lokal. Selain itu, inovasi sosial yang dibangun melalui kolaborasi multipihak berhasil memperkuat partisipasi masyarakat, mengurangi disharmonisasi hubungan antara masyarakat dan pengelola TNGM, serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap konservasi kawasan hulu. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian inovasi sosial berbasis regenerative agriculture dalam konteks pemberdayaan masyarakat di kawasan hulu DAS yang rentan terhadap degradasi lingkungan dan risiko bencana.
References
Tandon, Rajesh “Evaluasi dan Riset Partisipatoris: Berbagai Konsep dan Persoalan Pokok” dalam Walter fernandes dan Rajesh Tandon (ed.), Riset Partisipatoris Riset Pembebasan, terj. FX. Baskara T. Wardaya, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1993).
MZ, Zainuddin, dkk. Modul Pelatihan Kuliah Nyata Transformatif IAIN Sunan Ampel, (Surabaya: LPM IAIN Sunan Ampel 2010).
Data Peta Rbi Tahun 2022
Bustos, A. P., H. A. J. Pohlan, and M. Schulz. 2008. “Interaction between Coffee (Coffea Arabica L.) and Intercropped Herbs under Field Conditions in the Sierra Norte of Puebla, Mexico.” Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics 109 (1): 85–93.
Cramer, P.J.S. 1957. Review of Lierature Coffee Research in Indonesia. Edited by F. L. Wellman. Turrialba, Costa Rica: InterAmerican Institute of Agriculture Sciences.
Evizal, R., and F. E. Prasmatiwi. 2022. “Gejala Produktivitas Rendah Dan Pertanian Degeneratif.” Jurnal Agrotropika 21 (2): 75–85.
Elevitch, C. R., D. N. Mazaroli, and D. Ragone. 2018. “Agroforestry Standards for Regenerative Agriculture.” Sustainability 10: 1–21. https://doi.org/10.3390/ su10093337.
Malézieux, E. 2012. “Designing Cropping Systems from Nature.” Agronomy for Sustainable Development 32 (1): 15–29. https://doi.org/10.1007/s13593-011-0027- z.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muslim Afandi, Titik Suzana, Rama Zakaria, Joko Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
